Kasus Pemukulan Pemain SFC pada Suporter 'Buang Pelaku dari Klub & Timnas'

| Sunday, May 9, 2010
Palembang - Para suporter Sriwijaya FC dan sejumlah aktifis LSM di Palembang mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan pemainnya terhadap suporter. Tak tanggun-tanggung para pelaku pemukulan itu diminta mengenyahkan diri dari klub dan juga timnas Indonesia.

Tersebut empat pemain yaitu Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worobay dan Isnan Ali terlibat keributan dengan suporter pasca pertandingan Piala Indonesia kontra Persija Sabtu (8/5) malam lalu. Tiga suporter diberitakan menderita luka-luka dan masuk rumah sakit.

Pihak klub pun sudah berencana memberikan sanksi kepada para pemainnya tersebut. Bahkan kasus ini pun sudah sampai ke tangan pihak berwajib dan sedang dalam masa penyelidikan.

Sepertinya sanksi saja tak cukup untuk keempat pemain itu, Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex Noerdin diminta bertanggungjawab untuk memecat semua pemain yang terlibat aksi kekerasan tersebut serta meminta PSSI tidak menjadikan mereka sebagai pemain nasional lagi.

"Kami besok (Senin, 10/5/2010) akan melakukan aksi. Kami akan menuntut proses hukum terhadap para pelaku kekerasan. Kami juga menuntut Dodi Reza Alex Noerdin bertanggungjawab, salah satu bentuknya putuskan kontrak para pemain yang terlibat aksi kekerasan tersebut," kata Febuar Rahman, SH, selaku penasehat dan pelindung Singa Mania Indonesia (Si Manis), salah satu kelompok sporter Sriwijaya FC, Minggu (09/5)malam.

"Sepakbola ini olahraga hiburan. Kita selama ini menjaga diri agar tidak terjadi kekerasan oleh sporter lantaran cinta dengan Sriwijaya FC. Eh, justru para pemain yang seperti itu. Ini sama seja merusak nama Sriwijaya

FC dan nama Sumsel. Bagi kami tak ada cara lain kecuali buang semua pemain itu. Buat apa menjadi juara atau meraih piala sepakbola, kalau perilaku pemainnya seperti itu. Melakukan. Kalau manejemen Sriwijaya FC tidak bertindak, wah kacau masa depan Sriwijaya FC," lanjut Febuar.

Sementara Kusoi, ketua Si Manis, yang juga akan memimpin aksi besok menuntut agar semua pemain yang melakukan kekerasan itu dicoret dari tim nasional.

"Tindakan mereka sangat memalukan sepakbola Indonesia. Mereka tidak pantas bermain sepakbola di Sriwijaya FC apalagi di tim nasional," katanya.

0 comments:

Post a Comment