Yaya Toure, Gerard Pique dan Gabriel Milito kembali diturunkan pelatih Josep Guardiola, yang memasang empat gelandang di lini tengah Barcelona.
Sementara Jose Mourinho membuat pergantian mendadak, dengan mengganti Goran Pandev dengan Cristian Chivu di detik-detik akhir jelang pertandingan. Entah cedera atau memang salah satu taktik The Special One.
Nerazzurri sangat disiplin dalam bertahan, membuat keunggulan Barcelona dalam penguasaan bola tidak terlalu berarti.
Meski unggul dalam penguasaan bola, 80:20, Barcelona tak banyak menciptakan peluang. Total selama 90 menit, meski melepaskan 15 tembakan, hanya empat yang berhasil mengarah ke gawang Inter.
Di babak pertama, dua tembakan berhasil dilepaskan Pedro, namun masih melebar, sementara satu tembakan Messi, yang tak banyak memberikan ancaman, berhasil ditepis Julio Cesar.
Inter sesekali melancarkan serangan balik, namun tak ada tembakan ke gawang.
Sinyal bahaya bagi Inter Milan muncul pada menit ke 28. Nerazzurri terpaksa bermain dengan sepuluh orang.
Wasit Frank De Bleeckere menghadiahi Thiago Motta dengan kartu merah langsung karena menganggap Motta memukul muka Sergi Busquets.
Motta memang menjulurkan tangannya ke arah belakang, berusaha menahan Busquets yang mencoba merebut bola, dan mengenai muka sang gelandang.
Unggul jumlah pemain, Barca terus menyerang namun gol tak juga tercipta di babak pertama.
Guardiola menarik Gabriel Milito dan menggantinya dengan Maxwell untuk memperkuat tekanan dari sayap kiri, sementara Mourinho belum melakukan pergantian pemain saat babak kedua dimulai.
Masih seperti di babak pertama, Barca tampil all out, namun pertahanan Inter masih tetap solid hingga 15 menit babak kedua berjalan.
Ibra dan Messi sempat mencoba memperdaya wasit dengan menjatuhkan diri di kotak penalti, namun wasit De Bleeckere mengacuhkannya.
Kesulitan menembus pertahanan Inter, Blaugrana membombardir lewat tendangan jarak jauh, namun upaya Ibra, Pedro dan Seydou Keita masih gagal mencapai target.
Sadar waktu semakin menipis, Guardiola menarik dua pemain sekaligus, Ibrahimovic dan Busquets untuk digantikan dengan Bojan Krkic dan Jeffren Suarez pada menit 62, sementara Mourinho mengganti Sneijder dengan Sulley Muntari.
Menarik menyimak taktik yang digunakan Mourinho, ia tetap memasang dua penyerang, Diego Milito dan Samuel Eto’o, namun Eto’o dipasang lebih dalam di sayap kiri dan lebih banyak membantu pertahanan serta mengawali serangan balik.
Bojan, yang lepas dari kawalan Samuel berhasil menyambut umpan silang Maxwell dengan sundulan dari jarak dekat, namun bola masih tipis di samping kanan gawang Julio Cesar.
Keputusan Mourinho mengganti Diego Milito dengan bek Ivan Cordoba ternyata justru memperbesar tekanan yang diterima Inter. Tak adanya penyerang lawan membuat barisan pertahanan Barca semakin leluasa membantu penyerangan.
Hasilnya, Barcelona mencetak gol pada menit ke 83. Gerard Pique yang lolos dari jebakan offside berhasil mengecoh Julio Cesar dan Lucio di dalam kotak penalti sebelum mengubah keadaan menjadi 1-0.
Tujuh menit laga tersisa, Barca terus meningkatkan serangan. Mourinho melakukan pergantian pemain, McDonald Mariga masuk menggantikan Samuel Eto’o, Inter bertahan total.
Tekanan demi tekanan kembali menghadirkan peluang bagi Blaugrana. Bojan Krkic sukses mengoyak jala Inter namun wasit tidak mengesahkannya karena bola lebih dulu menyentuh tangan Keita.
Terus menekan dan menguasai bola, Barcelona gagal mencetak gol tambahan. Inter pun lolos ke final untuk pertama kalinya sejak tahun 1972 dengan agregat 3-2.
Inter sudah dinantikan Bayern Munchen di final yang akan digelar di Santiago Bernabeu bulan Mei mendatang.
0 comments:
Post a Comment