Meski kalah 1-0 dari Barcelona pada laga kedua semifinal Liga Champions di Camp Nou, dinihari tadi, Inter tetap memastikan langkah ke final setelah menang agregat 3-2. Padahal Inter bermain dengan 10 pemain setelah Thiago Motta dikartumerah. Ini adalah kali pertama dalam 38 tahun terakhir Inter lolos ke final Liga Champions.
Usai pertandingan, Mourinho tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya dan langsung lompat kegirangan di tengah lapangan Camp Nou. Namun, perayaan The Special One tersebut mendapat larangan dari kiper Barcelona Victor Valdes.
Valdes mencegah Mourinho untuk tidak merayakan keberhasilan terlalu berlebihan agar tidak memercik amarah suporter Barcelona. Terlebih, sebelum pertandingan Mourinho sempat mendapat perlakukan tidak terpuji dari suporter tuan rumah.
Namun, Mourinho membantah bahwa perayaan yang dilakukannya untuk memercik amarah fans Barcelona. Mourinho hanya ingin merayakannya dengan pemain dan fans Inter.
“Sangat disayangkan saya tidak bisa bermain karena saya memiliki darah yang sama,” ujar Mourinho seperti yang dilansir SunSport.
“Valdes mengira saya merayakan secara negatif melawan publik (Camp Nou). Itu tidak benar. Saya berada di lapangan untuk fans Inter dan saya ingin merayakannya dengan pemain saya.”
Pada 2004, Mourinho sempat melakukan hal serupa saat mengantarkan FC Porto mengalahkan Manchester United di Liga Champions. Usai pertandingan pelatih asal Portugal tersebut lari kegirangan sepanjang Old Trafford.[
0 comments:
Post a Comment